Kamis, 12 September 2019
Menumbuhkan kemandirian pada Anak
Review ke 2 berdasarkan Buku Seri Pendidikan Keluarga,
Kementrian Pendidikan Cetakan Pertama 2017
Tema Tentang Menumbuhkan kemandirian Pada Anak
Pengarah Bapak Sukiman
Kemandirian adalah kemampuan
anak untuk bisa melakukan berbagai
kegiatan, mengatur dan memilih
serta memutuskan dengan percaya
diri dan bertanggung jawab.
Faktor yang memengaruhi kemandirian anak:
Perilaku sehari-hari orang tua,
guru, lingkungan, dan media
Pembiasaan yang dilakukan di keluarga,
sekolah, dan masyarakat
Pengalaman anak dalam menentukan
pilihan dan bertanggung jawab
atas pilihan tersebut
Manfaat kemandirian bagi anak:
Menumbuhkan rasa percaya diri
Menumbuhkan rasa tanggung jawab
Mengembangkan daya tahan fisik dan mental
Menumbuhkan kreativitas
Tanggap dalam berpikir dan bertindak
Anak perlu diajarkan kemandirian karena:
Mempersiapkan anak untuk bertanggungjawab
terhadap kehidupannya sendiri
Melatih anak untuk belajar menentukan
pilihannya sendiri
Kemandirian anak tidak terbentuk dengan
sendirinya, sehingga orang tua perlu melatih
Cara Menumbuhkan Kemandirian pada anak
Peran orang tua dalam menumbuhkan
kemandirian pada anak, antara lain:
Sebagai Teladan
Orang tua mencontohkan perilaku mandiri di rumah
Sebagai Pembimbing
Mengarahkan anak dalam berperilaku mandiri
Sebagai Pelatih
Melatih kemandirian melalui pembiasaan,
seperti memberikan kesempatan untuk memilih,
bertanggung jawab atas pilihannya dan melakukannya sendiri
Sebagai Pemberi Penghargaan
Memberikan pujian dan motivasi atas
kemandirian yang dilakukan anak
Kementrian Pendidikan Cetakan Pertama 2017
Tema Tentang Menumbuhkan kemandirian Pada Anak
Pengarah Bapak Sukiman
Kemandirian adalah kemampuan
anak untuk bisa melakukan berbagai
kegiatan, mengatur dan memilih
serta memutuskan dengan percaya
diri dan bertanggung jawab.
Faktor yang memengaruhi kemandirian anak:
Perilaku sehari-hari orang tua,
guru, lingkungan, dan media
Pembiasaan yang dilakukan di keluarga,
sekolah, dan masyarakat
Pengalaman anak dalam menentukan
pilihan dan bertanggung jawab
atas pilihan tersebut
Manfaat kemandirian bagi anak:
Menumbuhkan rasa percaya diri
Menumbuhkan rasa tanggung jawab
Mengembangkan daya tahan fisik dan mental
Menumbuhkan kreativitas
Tanggap dalam berpikir dan bertindak
Anak perlu diajarkan kemandirian karena:
Mempersiapkan anak untuk bertanggungjawab
terhadap kehidupannya sendiri
Melatih anak untuk belajar menentukan
pilihannya sendiri
Kemandirian anak tidak terbentuk dengan
sendirinya, sehingga orang tua perlu melatih
Cara Menumbuhkan Kemandirian pada anak
Peran orang tua dalam menumbuhkan
kemandirian pada anak, antara lain:
Sebagai Teladan
Orang tua mencontohkan perilaku mandiri di rumah
Sebagai Pembimbing
Mengarahkan anak dalam berperilaku mandiri
Sebagai Pelatih
Melatih kemandirian melalui pembiasaan,
seperti memberikan kesempatan untuk memilih,
bertanggung jawab atas pilihannya dan melakukannya sendiri
Sebagai Pemberi Penghargaan
Memberikan pujian dan motivasi atas
kemandirian yang dilakukan anak
Melek Media
Melek media adalah kemampuan seseorang
untuk memahami, memilah dan memilih
yang baik dan menerapkan apa yang diserap
dari media.
Mengapa Anak Perlu
Melek Media?
1.Anak mengenali dan membedakan informasi
yang baik dan buruk.
2.Anak dapat memilah dan memilih informasi
yang benar
3 Anak tidak mudah terpengaruh hal-hal
buruk yang merusak dirinya.
4 Anak tidak mudah terpengaruh hal-hal
buruk yang merusak dirinya.
Mengapa Anak Perlu
Melek Media?
Anak mengenali dan membedakan informasi
yang baik dan buruk.
Anak dapat memilah dan memilih informasi
yang benar
Anak tidak mudah terpengaruh hal-hal buruk
yang merusak dirinya.Anak tidak mudah terpengaruh hal-hal
buruk yang merusak dirinya.
Pengaruh Media pada anak
Sumber belajar
Meningkatkan pengetahuan
Memberikan pengalaman belajar
Alat komunikasi
Menjalin pertemanan
Alat hiburan
Anak dapat mencari informasi yang
berbahaya.
Anak jadi kurang bergerak, sehingga
berpengaruh pada kesehatan anak
(obesitas, sakit mata, dll.
Anak menjadi kurang bersosialisasi
Pengaruh Media Sosial bagi anak
Pengaruh Baik
Menyambung tali silahturahmi dengan keluarga/teman yang berjauhan
Membuka kesempatan untuk berkenalan dengan teman-teman baru
Menjadi tempat untuk menunjukkan kemampuan/keterampilan diri
Membuka peluang usaha dan kerjasama dengan pihak lain
Pengaruh Buruk
Anak dapat diganggu oleh orang lain secara kasar, dihina dan diancam
Anak dapat dibujuk oleh temannya sendiri ataupun orang lain untuk
melakukan perbuatan seksual yang tidak pantas
Anak dapat menjadi sasaran dan korban kejahatan seksual (pedofil)
Anak dapat menjadi target kejahatan
untuk memahami, memilah dan memilih
yang baik dan menerapkan apa yang diserap
dari media.
Mengapa Anak Perlu
Melek Media?
1.Anak mengenali dan membedakan informasi
yang baik dan buruk.
2.Anak dapat memilah dan memilih informasi
yang benar
3 Anak tidak mudah terpengaruh hal-hal
buruk yang merusak dirinya.
4 Anak tidak mudah terpengaruh hal-hal
buruk yang merusak dirinya.
Mengapa Anak Perlu
Melek Media?
Anak mengenali dan membedakan informasi
yang baik dan buruk.
Anak dapat memilah dan memilih informasi
yang benar
Anak tidak mudah terpengaruh hal-hal buruk
yang merusak dirinya.Anak tidak mudah terpengaruh hal-hal
buruk yang merusak dirinya.
Pengaruh Media pada anak
Sumber belajar
Meningkatkan pengetahuan
Memberikan pengalaman belajar
Alat komunikasi
Menjalin pertemanan
Alat hiburan
Anak dapat mencari informasi yang
berbahaya.
Anak jadi kurang bergerak, sehingga
berpengaruh pada kesehatan anak
(obesitas, sakit mata, dll.
Anak menjadi kurang bersosialisasi
Pengaruh Media Sosial bagi anak
Pengaruh Baik
Menyambung tali silahturahmi dengan keluarga/teman yang berjauhan
Membuka kesempatan untuk berkenalan dengan teman-teman baru
Menjadi tempat untuk menunjukkan kemampuan/keterampilan diri
Membuka peluang usaha dan kerjasama dengan pihak lain
Pengaruh Buruk
Anak dapat diganggu oleh orang lain secara kasar, dihina dan diancam
Anak dapat dibujuk oleh temannya sendiri ataupun orang lain untuk
melakukan perbuatan seksual yang tidak pantas
Anak dapat menjadi sasaran dan korban kejahatan seksual (pedofil)
Anak dapat menjadi target kejahatan
Langganan:
Komentar (Atom)